Lebih dari sekadar
bendungan.
Sejarah & Reklamasi
Dibangun pada 1932. Saksi bisu perjalanan waktu yang kini menjadi cagar alam seluas 21,4 hektare.
Pasca tragedi 2009, alam mengambil alih. Direvitalisasi dengan penuh kesadaran untuk menjadi paru-paru kota—tempat dan mereka yang mencari ketenangan.
Baca EpilogRekam Jejak.
1932
Pembangunan Awal
Dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai waduk penampungan air untuk irigasi pertanian dengan membendung aliran Kali Pesanggrahan.
2009
Tragedi Tanggul Jebol
Tanggul tanah berusia puluhan tahun jebol akibat curah hujan ekstrem, menyebabkan tragedi besar. Momen ini menjadi titik balik kesadaran lingkungan dan tata ruang.
Kini
Revitalisasi & Ekowisata
Direvitalisasi menjadi bendungan beton modern yang berfungsi ganda sebagai pengendali banjir, resapan air, dan ruang terbuka bagi masyarakat kota.
Ruang Terbuka
Titik Singgah.
Jelajahi kawasan sekitar Situ Gintung, dari ekowisata hingga wahana rekreasi air.
Taman Wisata
Pulau Situ Gintung (APSG)
Pusat rekreasi terpadu dengan fasilitas Water Park (kolam anak, seluncuran spiral 10 meter), camping ground, outbound (flying fox), dan area restoran.
Olahraga
Jogging Track & Hutan Kota
Jalur pejalan kaki asri yang mengelilingi perairan Situ Gintung. Tempat favorit bagi warga lokal untuk berlari pagi atau sekadar bersepeda menikmati alam.
Relaksasi
Kawasan Kuliner Danau
Bersantai setelah berkeliling di berbagai restoran tepi danau. Menikmati kopi sore sambil memandangi hamparan air dan panorama matahari terbenam.
Rekreasi Air
Wahana Wisata Air
Wahana rekreasi air danau seperti sepeda air, perahu dayung, dan wahana kolam renang anak untuk mengisi waktu liburan keluarga di tepian danau.
Dampak & Jejak
Menjadi bagian dari komunitas yang menghargai harmoni alam.
1+
Pengunjung Bulan Oktober
Rekaman Visual.
Dibalik layar
pengabdian & kelestarian.
Sistem ini adalah salah satu bukti nyata pengabdian 10 mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta yang tergabung dalam Kelompok KKN Gintara 1. Sebuah dedikasi digital untuk mendokumentasikan nilai sejarah, memetakan potensi ekowisata, dan mendampingi ekonomi masyarakat Situ Gintung.
10
Mahasiswa Pengabdi
2026
Kelompok KKN Gintara 1
ITB-AD
Ahmad Dahlan Jakarta
"Teknologi hadir bukan untuk menggantikan keaslian alam, melainkan untuk menjaga dan memperluas jejak kebaikannya bagi masyarakat."
— Catatan Kelompok KKN Gintara 1
Rute & Akses
Titik temu
kehijauan kota.
KRL Commuter Line
Turun di Stasiun Pondok Ranji, dilanjutkan dengan ojek online/lokal sekitar 15 menit menuju gerbang Situ Gintung.
TransJakarta / MRT
Turun di Stasiun MRT Lebak Bulus, lanjutkan perjalanan sejauh 3 km ke arah Ciputat.
Kendaraan Pribadi
Akses mudah melalui Jl. Ir. H. Juanda (Ciputat Raya). Tersedia petunjuk jalan menuju Cirendeu / Situ Gintung.
Informasi
Cepat.
Rencanakan kunjungan Anda dengan baik. Kami berkomitmen menjaga kenyamanan kawasan ini untuk seluruh pengunjung dan ekosistem.
*Untuk area ruang terbuka umum. Wahana memiliki tiket terpisah.
Boleh untuk area taman terbuka, namun pengunjung diwajibkan membuang sampah pada tempatnya untuk menjaga kelestarian kawasan.
Ya, tersedia area parkir luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat di dekat pintu gerbang utama.
Sangat diperbolehkan di area jogging track dan taman terbuka, asalkan tetap dalam pengawasan dan menggunakan tali (leash).
Sampaikan Laporan Anda.
Sampaikan aspirasi anda melalui halaman ini guna mewujudkan kawasan yang lebih baik.
Formulir